Newest Post

Fenomena Surutnya Air Laut Banten

| Minggu, 09 Februari 2014
Baca selengkapnya »
Fenomena Surutnya Air Laut Banten

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Surutnya air laut di Pantai Karangantu, Banten, menjadi tontonan warga yang penasaran ingin menyaksikan langsung kondisi pantai tersebut. Ini setelah adanya pemberitaan beberapa hari terakhir soal surutnya pantai tersebut.

"Saya penasaran aja pengen lihat. Katanya, surutnya lebih satu kilo meter. Saya tahu dari berita-berita aja," kata Agus, seorang pengunjung Karangantu asal Cipare, Kota Serang, Sabtu.

Ia mengatakan sebelumnya banyak beredar dari berbagai pemberitaan media bahwa air laut pantai Karangantu surut berbeda dari biasanya. Bahkan, ia juga mendengar adanya isu akan terjadi tsunami karena sudah beberapa hari pantai tersebut airnya surut.

Namun, Agus mengaku sudah tidak penasaran setelah menyaksikan langsung kondisi pantai tersebut. Dia melihat kondisi pantainya biasa-biasa saja. Hanya saja memang surutnya pantai tersebut lebih luas karena tumpukan lumpur lebih banyak.

"Ini biasa saja,'' kata Agus. ''Mungkin karena lumpurnya saja lebih banyak, jadi terlihat seperti lebih jauh surutnya.''

Ratusan warga tampak berjejer di sepanjang tembok pemecah ombak di Pantai Karangantu untuk menyaksikan fenomena surutnya air laut.

Liputan6.com, Serang : Fenomena surutnya air laut di Pantai Karangantu, Serang, Banten mengundang perhatian warga. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan fenomena yang terjadi beberapa hari terakhir itu disebabkan oleh gaya tarik bulan dan matahari. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari situs BMKG, surutnya air laut terjadi akibat posisi bulan dan matahari terhadap bumi. BMKG mencatat pada 30 Januari 2014, jarak bumi dan bulan mencapai titik terdekatnya (perigee) dengan jarak sebesar 357079,741 km.

Peristiwa ini hanya berselisih 11.41 jam dari fase bulan baru atau konjungsi atau terjadi pada 30 Januari 2014 pukul 21.41 UT atau 31 Januari 2014 pukul 04.41 WIB. Maka posisi bulan tersebut berefek menimbulkan pasang atau surut air laut dalam waktu 2 hingga 3 hari ke depan. Biasanya fenomena air laut surut dapat terjadi akibat beberapa kemungkinan seperti terjadi setelah didahului gempa bumi kuat yang mengakibatkan dasar laut bergerak naik (patahan naik) atau turun. Fenomena air laut yang disebabkan patahan tersebut akan menimbulkan tsunami beberapa menit setelah gempa bumi.

Berdasarkan pemantauan seismik dari wilayah Banten dan Sumatera (Lampung) sejak 4 Februari sampai 5 Februari 2014, tidak ada rekaman gempa bumi yang terjadi. Fenomena air laut surut dapat juga terjadi akibat adanya longsoran atau amblesan dasar laut dalam skala besar. Berdasarkan pemantauan seismik di daerah tersebut tidak ada rekaman gempa bumi guguran (longsoran) yang terjadi. Fenomena air laut surut dalam periode yang lama karena adanya fenomena "uplift zona" sekitar pantai. Gerakan uplift ini tidak dapat terpantau dari stasiun seismik tapi dapat dianalisis dari data GPS.

Di media sosial, surutnya air di Pantai Karangantu menjadi perbincangan dan menimbulkan kekhawatiran, dalam beberapa hari terakhir. Tamo Yadi, salah satu nelayan di Pelabuhan Karangantu, Serang mengatakan, fenomena surutnya air laut itu terjadi sejak awal Januari 2014.

"Ya dari Januari awal sampai sekarang ini. Baru tahun ini surut nya, sampe 1 km lah. Biasanya cuma dikit doang, tapi sekarang sampe tengah. Biasanya ya paling 200-an meter," ujar Tamo.

Warga Anggap Biasa. Meski bikin heboh dunia maya, namun warga yang berada di lokasi Pantai Karangantu atau setidaknya yang melihat langsung laut surut di Banten, menilai fenomena itu biasa-biasa saja.

"Ini biasa saja, mungkin karena lumpurnya saja lebih banyak. Jadi terlihat seperti lebih jauh surutnya," kata Agus, seorang pengunjung Karangantu asal Cipare.

Hal senada juga disampaikan warga setempat, Muhtar. Dia mengatakan, apa yang terjadi sekarang ini dianggap sebagai hal yang biasa. Ia mengaku heran melihat banyaknya orang yang menjadikan ini sebagai sesuatu yang besar.

"Bagi kami warga di sini sudah tidak aneh lagi. Ini biasa saja, tidak ada yang berlebihan. Kenapa warga di luar jadi pada ribut," kata Muhtar, warga setempat. Menurut dia, dengan kondisi tersebut para nelayan dan warga di Karangantu merasa tidak ada gangguan, karena kondisi seperti itu terjadi setiap hari. (Ant/Riz)


Sumber Bacaan:
http://www.republika.co.id/berita/nasional/jawa-barat-nasional/14/02/08/n0onql-ratusan-warga-berjejer-saksikan-fenomena-air-laut-surut
http://news.liputan6.com/read/822208/penjelasan-bmkg-soal-fenomena-surutnya-air-laut-banten

Fenomena Surutnya Air Laut Banten

Posted by : Ragil Waseza
Date :Minggu, 09 Februari 2014
With 0komentar

Waspada Bencana: "Indonesia dalam Cincin Api (Ring Of Fire)"

| Senin, 03 Februari 2014
Baca selengkapnya »
Indonesia dalam Cincin Api (Ring Of Fire)

Apabila di ibaratkan tangan, Indonesia adalah jari manis yang dilingkari sebuah cincin. Bedanya, ini bukan cincin biasa, melainkan cincin bencana yang menjadikan Zamrud Khatulistiwa harus selalu bersiap menghadapi bencana. Cincin api ini dikenal dengan sebutan Ring Of Fire. Nama yang sebetulnya gagah dan megah, tetapi disanalah letak bahaya.

Cincin Api Pasifik atau Lingkaran Api Pasifik ( Ring of Fire ) adalah daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. Daerah ini berbentuk seperti tapal kuda dan mencakup wilayah sepanjang 40.000 km. Daerah ini juga sering disebut sebagai sabuk gempaPasifik.Cincin Api Pasifik ( Ring Of Fire ) adalah area dimana terdapat banyak sekali terjadi gempa dan letusan gunung berapi di dalam area Samudera Pasifik. Dalam bentuk seperti tapal kuda dengan panjang 40.000 km, itu dikaitkan dengan palung samudera, vulkanik busur, dan sabuk vulkanik dan pergerakan lempeng yang terjadi terus menerus serta berdekatan. Cincin Api memiliki 452 gunung berapi dan merupakan rumah bagi lebih dari 75% gunung berapi aktif dan tidak aktif di dunia. Kadang - kadang disebut circum - Pacific belt atau circum - Pacific seismic belt.

Cincin Api adalah akibat langsung dari lempeng tektonik dan pergerakan serta tabrakan dari lempeng kerak. Bagian timur cincin adalah hasil dari Lempeng Nazcadan Lempeng Cocos menjadi sub bagian di bawah bergerak ke arah barat Lempeng Amerika Selatan. Sebagian dari Lempeng Pasifik bersama dengan lempeng Juan de Fuca kecil sedang sub bagian di bawah Lempeng Amerika Utara. Sepanjang bagian utara dengan lempeng Pasifik bergerak ke arah barat laut sedang sub bagian Kepulauan Aleut di bawah busur. Lebih ke barat lagi lempeng Pasifik sedang sub bagian sepanjang sabuk Semenanjung Kamchatka di selatan melewati Jepang. Bagian selatan lebih kompleks dengan sejumlah kecil lempeng tektonik bertabrakan dengan lempeng Pasifik dari Kepulauan Mariana, Filipina, Bougainville, Tonga, dan Selandia Baru.

Indonesia terletak di antara Cincin Api sepanjang kepulauan timur laut berbatasan langsung dengan New Guinea dan di sepanjang sabuk Alpide selatan dan barat dari Sumatera, Jawa, Bali, Flores, dan Timor. Yang terkenal dan sangat aktif zona Patahan San Andreas di California adalah sebuah kesalahan yang mengubah offset sebagian dari Pasifik Timur Naik barat daya di bawah Amerika Serikat dan Meksiko. Gerakan kesalahan kecil menghasilkan banyak gempa bumi, pada beberapa kali sehari, yang kebanyakan terlalu kecil untuk dirasakan. Queen Charlotte Fault aktif di pantai barat Ratu Charlotte Islands, British Columbia, Kanada, telah menghasilkan tiga gempa bumi besar pada abad ke-20: 7 besaran peristiwa pada tahun 1929, yang berkekuatan 8,1 terjadi pada tahun 1949 ( terbesar di Kanada tercatat gempa bumi ) dan 7,4 besaran pada tahun 1970.

Sekitar 90% dari gempa bumi yang terjadi dan 81% dari gempa bumi terbesar terjadi di sepanjang Cincin Api ini. Daerah gempa berikutnya ( 5 – 6% dari seluruh gempa dan 17% dari gempa terbesar ) adalah sabuk Alpide yang membentang dariJawa ke Sumatera, Himalaya, Mediterania hingga ke Atlantika. Berikutnya adalahMid-Atlantic Ridge, sabuk ketiga tempat sering terjadinya gempa.

Daerah cakupan
Beberapa daratan dan lautan yang membentuk Lingkaran Api Pasifik ( dari arah barat daya, berlawanan arah jarum jam ):

* Selandia Baru
* Palung Kermadec
* Palung Tonga
* Palung Bougainville
* Indonesia
* Gunung Merapi
* Filipina
* Palung Filipina
* Palung Yap
* Palung Mariana
* Palung Izu Bonin
* Palung Ryukyu
* Jepang
* Gunung Fuji
* Palung Jepang
* Palung Kurile
* Kamchatka
* Kepulauan Aleutia
* Palung Aleutia
* American cordillera
* Alaska
* Pacific Coast Range
* British Columbia
* Barisan Pegunungan Cascade
* Gunung St. Helens
* California
* Meksiko
* Palung Amerika Tengah
* Guatemala
* Nikaragua
* Kolombia
* Ekuador
* Peru
* Palung Peru - Chili Trench

Dari sebanyak 129 gunung api di Indonesia atau 13 persen dari seluruh gunung api di dunia, terbentang dari pulau Sumatera menyusuri pulau Jawa kemudian menyeberang ke Bali, Nusa Tenggara hingga bagian timur Maluku dan berbelok ke utara pulau Sulawesi. Atau melingkari Kepulauan Indonesia sehingga dikenal dengan sebutan lingkaran api ( The Ring of Fire ) Indonesia, atau jalur tektonik Indonesia, tegas Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi, Dr Surono. Banyaknya gunung api di Indonesia, karena negara kepulauan ini tercabik - cabik oleh keberadaan pusat hiruk - pikuk tiga lempeng tektonik ( tectonic plate ), yang saling bertabrakan, katanya.

Masing - masing lempeng Eurasia, lempeng Indo - Australia dan lempeng Pasifik, tumbukan ketiga lempeng tersebut pada akhirnya membentuk rangkaian gunung api di Indonesia. Dijelaskan, kawasan ini menjadi arena benturan antara lempeng Indo - Australia yang bergerak ke utara terhadap lempeng Pasifik yang relatif bergerak ke arah barat. Sehingga kepulauan Indonesia dihimpit oleh dua pergerakan, terdiri ke utara dan ke barat dengan kecepatan berkisar 4 - 6 cm per tahun, maka lempeng yang berbenturan tersebut menunjang tepat di bawah kepulauan Indonesia dan memberi peluang kepada magma merayap naik, persis diatas Nusantara dan membentuk banyak pulau.

Di bagian utara terdapat lempeng yang ketiga, lempeng Eurasia yang menahan himpitan tersebut sehingga Nusantara berada dalam lingkaran pertarungan tiga lempeng besar dunia. Akibat benturan ketiga lempeng itu, menyebabkan retaknya beberapa bagian pada kerak bumi, selain menimbulkan panas yang memproduksi batuan cair ( magma ). Melalui retakan - retakan yang terbentuk, sekaligus sebagai bidang lemah, magma terdorong naik dan membentuk kerucut - kerucut gunung api.

Sementara itu, zona subduksi yang terbentuk sangat luas dimulai dari sisi selatan barat pulau Sumatera hingga sisi selatan pulau Jawa, zona tersebut berlanjut hinggaNusa Tenggara yang memanjang dari barat ke timur. Kemudian di bagian timur Nusantara jalurnya memutar dimulai dari laut Banda di Maluku berputar ke utara memotong Sulawesi bagian utara, tegasnya. Surono menyatakan, team - nya siap dan mampu menangani target letusan lima gunung api di Indonesia setiap tahun. Saat ini terdapat dua gunung api berstatus siaga, gunung api Krakatau di Selat Sunda telah meletus sedangkan gunung api Lokon di Sulawesi terus - menerus mengeluarkan asap tebal.

Gunung berapi di Indonesia adalah yang terakftif diantara tempat lainnya yang termasuk dalam Ring Api Pasifik. Mereka terbentuk dari daerah sub bagian antara lempeng Eurasia dan Lempeng Indo - Australia. Beberapa dari gunung berapi mencatatkan letusannya, misal, Krakatau yang meberikan efek global pada 1883, Danau Toba untuk letusan supervolcanic yang diperkirakan terjadi pada 74000 SM yang bertanggung jawab atas 6 tahun musim dingin, dan Gunung Tambora yang merupakan letusan tersadis yang tercatat dalam sejarah di tahun 1815.
Gunung berapi paling aktif adalah Gunung Kelud dan Gunung Merapi di Pulau Jawa yang telah membunuh ribuan penduduk di sekitarnya. Sejak tahun 1000, Kelud telah meletus 30 kali, dimana yang terbesar dengan skala 5 dalam Index Letusan Gunung Berapi, di saat Merapi meletus lebih dari 80 kali. The International Association of Volcanology and Chemistry menjuluki Merapi sebagai gunung berapi 10 tahunan sejak 1995 atas tingginya aktifitas gunung berapi ini.

Sumber bacaan: http://www.belantaraindonesia.org/2012/03/cincin-api-di-indonesia.html

Waspada Bencana: "Indonesia dalam Cincin Api (Ring Of Fire)"

Posted by : Ragil Waseza
Date :Senin, 03 Februari 2014
With 0komentar

Tutorial: "Mengubah Tema Facebook itu Mudah!"

| Minggu, 02 Februari 2014
Baca selengkapnya »
Cara Merubah Tampilan Facebook

Asslamu’alaikum..
Fenomena di facebook awal bulan februari 2014 ini sangat menarik untuk dibahas yaitu “auto-tag” yang kembali hadir di facebook dengan modusnya saat ini “tema facebook”. 





Fenomena ini sempat membuat saya kesal karena sangat sering sekali nama saya terseret (Tag) untuk melihat tulisan-tulisan yang menurut saya sia-sia dan berbelit-belit jika ingin mengubah tema facebook.


Maka dari itu pada kesempatan kali ini saya berniat untuk memberikan tutorial yang singkat dan mudah untuk mengubah tema facebook. Berikut caranya:

1.   Buka saja Link: http://userstyles.org/
2.   Setelah linknya dibuka maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini, dan klik “Stylish for chrome” jika menggunakan browser google chrome atau klik “Stylish for firefox” jika menggunakan browser firefox (tentunya kalian harus sudah punya browser tersebut). dan instal langsung stylishnya.

3.   Atau bisa langsung klik “Facebok themes”

4.   Setelah itu pilih tema yang anda inginkan.


5.  Setelah tema dipilih, sekarang tinggal klik ”instal stylish” (langkah ini tidak diperlukan jika sudah melalui langkah no 2).

6.   Sekarang klik “Add”

7. Setelah stylish diinstal ke browser kamu (di sini saya menggunakan browser google chrome) maka langkah selanjutnya adalah klik “instal with stylish” lalu klik “ok”.

8.  SELAMAT! tema yang kamu pilih telah terinstal, langkah selanjutnya yaitu buka facebook dan enjoy that.. ^_^


Perlu diperhatikan tema facebook ini hanya berfungsi pada browser yang telah terinstal stylish, jadi tidak di setiap anda membuka facebook (dengan browser) dan di komputer lainnya tema facebook dapat berubah. Sekian postingan dari saya tentang cara mengubah tema facebook. semoga bermanfaat.
Wassalamu'alaikum wr.wb.


:: .:: This is the original posted by ragil-ws.blogspot.com ::.

Tutorial: "Mengubah Tema Facebook itu Mudah!"

Posted by : Ragil Waseza
Date :Minggu, 02 Februari 2014
With 0komentar

"Film Comic 8, Film Action-Comedy dari para stand up comedian di Indonesia"

| Rabu, 29 Januari 2014
Baca selengkapnya »

"Film Comic 8, Film Action-Comedy dari para stand up comedian di Indonesia"

COMIC 8 adalah film Comedy Action segar yang bercerita tentang delapan anak muda dari berbagai macam background dan kisah hidup masing-masing, yang secara kebetulan merampok sebuah bank dalam waktu bersamaan. Terdiri dari 8 Stand Up Comedian yang masing-masing membawa character yang unik ke dalam cerita, serta masing-masing mempunyai alasan dan motif yang berbeda-beda. Ada yang merampok karena Galau, Hobby, Iseng, Adrenaline Sport, bahkan ada yang Merampok untuk menghidupi panti asuhan dan rakyat miskin. 

Ke 8 Perampok tersebut akan terbagi menjadi tiga team dengan kemampuan dan jam terbang yang berbeda-beda. Cerita pun berkembang dari perampokan yang awalnya terlihat seperti kebetulan yang aneh, terkepung oleh pasukan polisi dengan AKP nya yang super cantik, sampai akhirnya mereka harus saling bekerja sama dan menemukan jawaban dari teka teki yang ada serta mencari jalan keluar terbaik untuk semua.

Situasi yang tidak lazim, Heavy Hard Hitting Actions dengan berbagai scene adu tembak berbagai senjata seperti, pistol, machine guns bazooka, granade and dynimte - serta twist-twsit Unpredictable yang tidak akan pernah terpikirkan penonton dalam cerita ini, akan membawa hiburan seru dan kelucuan tingkat tinggi yang pastinya akan mengocok perut penonton. 

Film ini dibintangi oleh Mongol Stres, Mudy Taylor, Ernest Prakasa, Kemal Palevi, Bintang Timur, Babe Cabiita, Fico Fachriza, Arie Kriting, Indro Warkop, Nirina Zubir, Nikita Mirzani, Pandji Pragiwaksono, Boy William, Candil , Coboy Junior, Jeremy Teti, Kiki Fatmala, Agus Kuncoro, Joe P Project, Cak Lontong, Henky Solaiman, Laila Sari, Agung Hercules, Ence Bagus, Ge Pamungkas.

Film Indonesia terbaru, Comic 8, yang akan rilis 29 Januari nanti menampilkan sederetan stand-up comic terkenal sebagai pelakon utamanya. Bemain dalam sebuah film, apalagi sebagai tokoh utama, tentu saja menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar dari mereka. Apalagi, dalam film action-comedy kriminal garapan Anggy Umbara ini, mereka dituntut untuk melakoni adegan-adegan laga yang digarap serius.

Salah satu stand-up comic yang menjadi tokoh utama Comic 8, Ernest Prakasa pun menuturkan kesulitan yang dialami ketika syuting film ini. Sekalipun ini bukan pertama kali Ernest muncul di sebuah film--sebelumnya ia tampil sebentar di Make Money, Ernest mengaku sempat merasakan beratnya mengeksekusi adegan laga di film Comic 8 yang menuntut kekompakan tim.

"Jadi mereka tuh banyak pakai steadycam, yang long shot--yang cameraman-nya jalan ngikutin (gerak pemain), dan adegannya action pula. Jadi udah jumpalitan, kejedug-jedug, tiba-tiba ada yang salah, fokusnya blur, retake, yang begitu-begitu," kenang Ernest ketika ditemui Muvila di sela-sela promosi film Comic 8.

Ernest melanjutkan, "Memang banyak banget adegan laga, ada adegan fighting-nya juga, yang begitu-begitu biasanya ngambil-nya pakai steadycam. Nah, itu yang agak-agak ribet, biasanya ada aja tuh. Ada kabel bocorlah atau apa."

Adegan-adegan action memang jadi unsur krusial film Comic 8 ini, selain tentu saja humornya. Sutradara Anggy Umbara pun menegaskan keistimewaan film ini adalah menggabungkan komedi dan action dengan penggarapan yang tidak main-main.

"Jadi film ini action-comedy. Digarap dengan action yang benar-benar serius dengan komedi yang juga serius. Jadi bagi yang akan nonton nanti bakal jadi saksi sejarah tonggak kebangkitan film action-comedy di Indonesia," ujar sutradara yang sebelumnya menggarap Mama Cake dan Coboy Junior The Movie ini.

Keseriusan penggarapan Comic 8, khususnya di adegan laga juga dirasakan oleh aktris Nirina Zubir. Dalam perannya sebagai seorang kapten polisi bernama AKP Bunga, aktris yang akrab disapa Na ini juga dituntut melakoni adegan-adegan laga, termasuk menggunakan senjata api, sekalipun aktris dan presenter ini mengaku sangat tidak suka dengan segala jenis bunyi ledakan. Berbeda dengan film-film komedi lain yang dibintanginya, Nirina Zubir harus berakting lebih serius dan seksi, ditambah lagi dengan menggunakan senjata api.

"Karena Na sendiri nggak suka sama suara-suara keras, nggak suka, banget. Jadi kayak petasan atau apa, itu paling nggak mungkin deh Na mainin. Tapi, kali ini harus main dengan karater yang megang pistol yang, walaupun memang bukan peluru beneran, tapi ‘kan begitu kita ledakkan itu beneran kencang," tutur aktris pemenang Piala Citra lewat film Heart ini.

Namun, Nirina tetap mengakui sangat menikmati karakternya di film Comic 8 ini, yang cukup berbeda dari film-film komedi yang telah ia bintangi sebelumnya. Sebagai AKP Bunga yang tegas dan judes, Nirina dituntut untuk tampil fit dan seksi, tanpa ada unsur melucu sedikit pun.

"Walaupun peran Nirina di sini tidak terlalu banyak, tapi buat Nirina setiap kali AKP Bunga ini keluar, itu character banget. And I like it," ujar Nirina.

Film Comic 8 berkisah tentang tiga kelompok perampok dengan motif berbeda yang hendak merampok sebuah bank yang sama. Para perampok yang berjumlah delapan orang ini pun kemudian bersatu untuk merampok dengan hasil yang dibagi rata.

Kedelapan perampok ini seluruhnya diperankan oleh orang-orang yang sebelumnya dikenal sebagai stand-up comic. Mereka adalah Ernest Prakasa, Mongol, Arie Kriting, Kemal Pahlevi, Babe Cabita, Fico, Bintang Timur, dan Mudy Taylor. Comic 8 sendiri adalah film perdana bagi sebagian besar dari mereka.

Di sini, para stand-up comic tersebut diuji untuk menyampaikan kelucuan khas masing-masing dalam cara yang berbeda. Ketika stand-up comedy dirancang dan ditampilkan oleh sang comic sendiri, maka dalam sebuah film, mereka harus mengikuti skenario dan arahan sutradara. Artinya, kesuksesan penampilan mereka di film ini tidak seluruhnya dalam kendali mereka.

Karena itulah, pelawak senior dan anggota kelompok komedi legendaris Indonesia Warkop DKI, Indro pun menegaskan, bahwa keberhasilan sebuah film bukan bergantung pada individu, melainkan karena hasil kerja sama antaranggota tim.

Pelawak senior, Indro Warkop tampil di Comic 8 memerankan dirinya sendiri.

"Pada prinsipnya begini, film itu adalah sebuah kerja kolektif. Seperti itu selalu, bagaimana caranya kita bekerja sama dengan orang lain, siapa pun dia. Yang namanya film Warkop saja kami nggak merasa itu kami doang. Kesuksesannya bahkan (melibatkan) penontonnya juga," ungkap Indro,

Sikap tersebut masih menjadi pegangan Indro ketika ikut berperan di film Comic 8. Ketimbang berusaha menonjolkan diri, mengingat statusnya sebagai pelawak senior di antara para juniornya, Indro berpegangan bahwa ia harus memberikan yang terbaik demi kesuksesan filmnya, bukan sebaliknya.

"Saya nggak punya pikiran apa-apa kecuali saya berusaha untuk bisa bekerja sama dengan baik untuk kesuksesan film ini. Yang harus sukses ‘kan bukan Indro, tapi film ini. Ketika film ini sukses, Indro ikut terangkat. Tapi ketika--seolah-olah--Indro sukses tapi film ini tidak, ya nggak dapat apa-apa," tegasnya.

Penasaran dengan film Comic 8? Sabar mulai Rabu, 29 Januari nanti, film ini sudah tayang di bioskop. Ini trailer-nya.




Sumber bacaan, foto, dan video:
-http://www.21cineplex.com/comic-8-movie,3365,03COC8.htm
-http://www.muvila.com/read/film-comic-8-action-comedy-yang-digarap-serius
-http://www.youtube.com/watch?v=_vwBVFXAqs0
-https://hot.detik.com/

"Film Comic 8, Film Action-Comedy dari para stand up comedian di Indonesia"

Posted by : Ragil Waseza
Date :Rabu, 29 Januari 2014
With 0komentar

"Mengulas Sejarah: Akankah Terbentuk lagi Selat Muria yang memisahkan Jepara dengan kota disekitarnya?"

| Selasa, 28 Januari 2014
Baca selengkapnya »
"Mengulas Sejarah: Akankah Terbentuk lagi Selat Muria yang memisahkan Jepara dengan kota disekitarnya?"




TEMPO.CO, Jepara - Hujan yang mengguyur Jepara, Jawa Tengah, sejak Senin malam lalu hingga Selasa siang ini, 28 Januari 2014, mengakibatkan daerah ini kembali terkepung banjir. Bahkan daerah yang tergenang banjir kali ini lebih luas dibanding kawasan yang kebanjiran pekan lalu.


"Jepara nyaris lumpuh," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jepara, Lulus Suprayetno, saat dihubungi Tempo, Selasa, 28 Januari 2014. Banjir menggenangi delapan kecamatan dari 16 kecamatan yang ada, yakni Kecamatan Pecangaan, Mayong, Nalumsari, Welahan, Kalinyamatan, Kedung, Taunan, dan Donorojo.  "Banjir disebabkan oleh jebolnya tanggul di Sungai Mayong, Bakalan, Pecangaan, dan Karang Randu," ujar Lulus.

Meluasnya banjir memaksa kepolisian setempat menutup arus lalu lintas bagi sepeda motor dan mobil kecil. Penutupan dilakukan pukul 12.00 hari ini. Hanya truk besar yang diperbolehkan melintas. "Banjir di Jalan Raya Gotri, Jepara, setinggi pinggang orang dewasa sepanjang satu kilometer," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jepara Ajun Komisaris Polisi Andi Muhammad Indra. Penutupan jalur juga dilakukan di Jalan Raya Welahan, perbatasan antara Demak dan Jepara. Dengan ditutupnya jalur tersebut, akses menuju Jepara dari arah Demak dan Kudus lumpuh. 

Tim BASARNAS Jepara - Selasa, 28 Januari 2014, Fenomena yg cukup mencenangkan. Terjadi di desa sukodono tepatnya di selatan sirkuid Mbakalan mewah kemarin. Yang semula jalur irigasi dngan tanah retak dengan kedalaman tak lebih dari 1mter dalam tempo beberapa hari. Jalur irigasi seperti terbelah dengan kedalaman kurang lbih 8 mter membentuk jurang. dengan panjang mencapai ratusan meter 1 rumah terancam roboh.


Dengan adaya peristiwa tersebut , pihak terkait akan dibantu rekan dari Solo untuk membantu pemetaan melalui citra satelit dan analisanya, ,dikhawatirkan terjadi landside/tanah gerak, ATAU Ambles . Dan yang dikawatirkan pas jalur patahan gunung muria.

Inilah yang mengusik saya untuk kembali menelusuri sejarah adanya "Selat Muria". Apakah akan terbentuk lagi Selat Muria yang memisahkan Jepara dengan kota disekitarnya?

Gunung Muria yang berdiri gagah diantara wilayah Jepara, Kudus dan Pati menyimpan banyak sejarah yang sangat menarik. Diantara adalah pernah adanya sebuah selat yang memisahkan Gunung Muria dengan pulau Jawa. Yaitu Selat Muria. Sangat menarik untuk dijadikan wawasan kita bersama untuk cerita anak cucu kita nanti.

Sebelum abad 17, Muria adalah sebuah pulau yang terpisah dengan Pulau Jawa yang dahulu disebut Pulau Muria. Kedua pulau itu dibatasi oleh Selat Muria. Fakta ini pernah diungkap dalam kajian yang dilakukan HJ De Graaf dan Th G Pigeaud (Kerajaan-kerajaan Islam di Jawa: Peralihan dari Majapahit ke Mataram; Grafiti Pers, 1985), Pramoedya Ananta Toer (Jalan Raya Pos, Jalan Daendels; Lentera Dipantara, 2005), serta Denys Lombard yang meluncurkan dua serial bukunya (Nusa Jawa: Silang Budaya, Kajian Sejarah Terpadu; Gramedia, 1996 a-b). Bagian pertama tentang batas-batas pembaratan, dan bagian kedua tentang jaringan Asia.

Dahulu pusat Kerjaan Demak terletak di tepi pantai Selat Muria yang memisahkan antara Pulau Jawa dan Pulau Muria. Kapal dapat berlayar dengan baik saat melewati selat yang cukup lebar. Oleh karena itu dalam sejarah, Kerajaan Demak pernah disebut sebagai Kerjaan Maritim.

Tetapi setelah abad ke-17, selat Muria sudah tidak dapat dipakai berlayar setiap saat, karena terjadi pendangkalan yang disebabkan proses sedimentasi. Orang dapat berlayar selama musim hujan dengan sampan lewat tanah yang tergenang air, mulai dari Jepara sampai Pati, di tepi Sungai Juwana. Pada tahun 1657, Tumenggung Pati mengumumkan niatnya untuk menggali saluran air baru dari Demak ke Juwana, sehingga Juwana dapat menjadi pusat perdagangan. Boleh jadi, ia ingin memulihkan jalan air lama, yang seabad sebelumnya masih bisa dipakai.

Dan akhirnya sampai sekarang karena proses pengendapan tanah (sedimentasi) pada jalur air tersebut, Selat Muria benar-benar hilang. Dan Pulau Jawa dan Pulau Muria menjadi satu seperti saat ini. Daerah Juwana sendiri kalau berdasar teori ini berarti awalnya adalah laut yang lambat laun mendangkal menjadi payau atau rawa-rawa.

Jejak jalur air dari selat tersebut bisa dilihat dari daerah aliran Sungai Silugonggo saat ini. Kita bisa membayangkan bahwa dahulu sungai itu merupakan sebuah selat yang memisahkan Pulau Jawa dan Muria. 
Perlu kita tahu bahwa sampai saat ini daerah-daerah banjir di wilayah Demak, Kudus dan Pati merupakan daerah-daerah yang dulunya adalah jalur Selat Muria.

Mau tau lebih lanjut kisahnya, silakan klik:



Sumber Bacaan:
-http://www.tempo.co/read/news/2014/01/28/058549084/Banjir-Jepara-Nyaris-Lumpuh
-https://www.facebook.com/JeparaHariIni/posts/684121964965558
-http://alumni-smp291.blogspot.com/2013/10/selat-muria.html?showComment=1390902230126#c3742732774634088745

"Mengulas Sejarah: Akankah Terbentuk lagi Selat Muria yang memisahkan Jepara dengan kota disekitarnya?"

Posted by : Ragil Waseza
Date :Selasa, 28 Januari 2014
With 23komentar
Next → ← Prev
▲Top▲