Newest Post

Komponen Pendidikan Sebagai Sistem

| Jumat, 28 Maret 2014
Baca selengkapnya »
Komponen-Komponen dalam Sistem Pendidikan



Pendidikan pada hakikatnya merupakan interaksi komponen-komponen yang esensial dalam upaya mencapai tujuan pendidikan. Perpaduan antara keharmonisan dan keseimbangan serta interaksi unsur esensial pendidikan, pada tahap operasional sangat menentukan keberhasilan pendidikan.

Pendidikan sebagai sebuah sistem terdiri dari sejumlah komponen. Sistem-sistem tersebut terdiri atas instrumental input, raw input, input, process, output, environmental, dan outcomes. Masing-masing komponen mempunyai fungsi tertentu dan secara bersama-sama melaksanakan fungsi struktur, yaitu mencapai tujuan sistem. Namun, pada pembahasan ini –sebagai tugas pada Mata Kuliah Pengantar Pendidikan– komponen-komponen tersebut diidentifikasikan pada sistem pendidikan yang berupa input, process, environmental, dan output.

A. Input Pada Sistem Pendidikan

Input pada sistem pendidikan dibedakan dalam tiga jenis, yaitu input mentah (raw input), input alat (instrumental input), dan input lingkungan (environmental input). Masukan mentah (raw input) akan diproses menjadi tamatan (output) dan input pokok dalam sistem pendidikan adalah dasar pendidikan, tujuan pendidikan, dan anak didik atau peserta didik.

1. Dasar Pendidikan
Pendidikan sebagai proses timbal balik antara pendidik dan anak didik dengan melibatkan berbagai faktor pendidikan lainnya, diselenggarakan guna mencapai tujuan pendidikan dengan senantiasa didasari oleh nilai-nilai tertentu. Nilai-nilai itulah yang kemudian disebut sebagai dasar pendidikan.

2. Tujuan Pendidikan
Sebagai suatu komponen pendidikan, tujuan pendidikan menduduki posisi penting di antara komponen-komponen pendidikan lainnya. Dapat dikatakan bahwa segenap komponen dari seluruh kegiatan pendidikan dilakukan semata-mata terarah kepada atau ditujukan untuk pencapaian tujuan tersebut. Dengan tujuan pendidikan diharapkan terbentuknya manusia yang utuh dengan memperhatikan aspek jasmani dan rohani, aspek diri (individualitas) dan aspek sosial, aspek kognitif, afektif, dan psikomotor, serta segi serba keterhubungan manusia dengan dirinya (konsentris), dengan lingkungan sosial dan alamnya (horizontal), dan dengan Tuhannya (vertikal).

3.Anak didik (Peserta Didik)
Peserta didik berstatus sebagai subjek didik karena peserta didik (tanpa pandang usia) adalah subjek atau pribadi yang otonom, yang ingin diakui keberadaannya dan ingin mengembangkan diri (mendidik diri) secara terus-menerus guna memecahkan masalah-masalah hidup yang dijumpai sepanjang hidupnya. Ciri khas peserta didik yang perlu dipahami oleh pendidik adalah:
Individu yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas, sehingga merupakan insan yang unik.
Individu yang sedang berkembang.
Individu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi.
Individu yang memiliki kemampuan untuk mandiri.

B. Proses Pada Sistem Pendidikan

Proses pendidikan merupakan kegiatan mobilisasi segenap komponen pendidikan oleh pendidik terarah kepada pencapaian tujuan pendidikan. Kualitas proses pendidikan menggejala pada dua segi, yaitu kualitas komponen dan kualitas pengelolaannya. Kedua segi tersebut satu sama lain saling bergantung.

Adapun komponen-komponen yang saling berkesinambungan pada proses pendidikan adalah sebagai berikut:

1.Pendidik dan Non Pendidik
Pendidik ialah orang yang memikul tanggung jawab untuk membimbing. Pendidik berbeda dengan pengajar sebab pengajar berkewajiban untuk menyampaikan materi pelajaran kepada murid, sedangkan pendidik tidak hanya bertanggung jawab menyampaikan materi pengajaran, tetapi juga membentuk kepribadian anak didik.

Non pendidik yang sering disebut sebagai tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. (UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 1, BAB 1 Ketentuan Umum). Atau juga bisa diartikan merupakan tenaga yang bertugas merencanakan dan melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. (UU No.20 THN 2003, PSL 39 (1)).

2.Kurikulum (Materi Pendidikan)
Materi pendidikan yang sering juga disebut dengan istilah kurikulum karena kurikulum menunjukkan makna pada materi yang disusun secara sistematika guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Lester D. Crow dan Alice Crow, yang melakukan penelitian tentang hasil studi terhadap anak menyarankan hubungan salah satu komponen pendidikan, yaitu kurikulum dengan anak didik adalah sebagai berikut:
Kurikulum hendaknya disesuaikan dengan keadaan perkembangan anak.
Isi kurikulum hendaknya mencakup keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang dapat digunakan anak dalam pengalamannya sekarang dan berguna untuk menghadapi kebutuhannya pada masa yang akan datang.
Anak hendaknya didorong untuk belajar, karena kegiatannya sendiri dan tidak sekadar menerima pasif apa yang dilakukan oleh guru.
Materi yang dipelajari anak harus mengikuti minat dan keinginan anak sesuai dengan taraf perkembangannya dan bukan menurut keputusan orang dewasa tentang minat mereka.

3. Prasarana dan Sarana
Prasarana pendidikan adalah segala macam alat yang tidak secara langsung digunakan dalam proses pendidikan sedangkan sarana pendidikan adalah segala macam alat yang digunakan secara langsung dalam proses pendidikan. Prasarana pendidikan dapat juga diartikan segala macam peralatan, kelengkapan, dan benda-benda yang digunakan guru dan murid untuk memudahkan penyelenggaraan pendidikan dan sarana pendidikan dapat juga diartikan segala macam peralatan yang digunakan guru untuk memudahkan penyampaian materi pelajaran.

Perbedaan sarana pendidikan dan prasarana pendidikan adalah pada fungsi masing-masing, yaitu sarana pendidikan untuk “memudahkan penyampaian (mempelajari) materi pelajaran”, sedangkan prasarana pendidikan untuk “memudahkan penyelenggaraan pendidikan”.

4. Administrasi
Administrasi pendidikan adalah segenap kegiatan yang berkenaan dengan penataan sumber, penggunaan, dan pertanggungjawaban dana pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan. Kegiatan yang ada dalam administrasi pembiayaan meliputi tiga hal, yaitu: penyusunan anggaran, pembukuan, dan pemeriksaan.

5. Anggaran
Anggaran adalah biaya yang dipersiapkan dengan suatu rencana terperinci. Secara lebih khusus dapat dikatakan bahwa anggaran adalah rencana yang disusun secara terorganisasikan untuk menerima dan mengeluarkan dana bagi suatu periode tertentu.

C. Enviromental Pada Sistem Pendidikan

Proses pendidikan selalu dipengaruhi oleh lingkungan yang ada di sekitarnya, baik lingkungan itu menunjang maupun menghambat proses pencapaian tujuan pendidikan. Lingkungan yang mempengaruhi proses pendidikan tersebut, yaitu:
Lingkungan keluarga.
Lingkungan sekolah atau lembaga pendidikan.
Lingkungan masyarakat.
Lingkungan keagamaan, yaitu nilai-nilai agama yang hidup dan berkembang di sekitar lembaga pendidikan.
Lingkungan sosial budaya, yaitu nilai-nilai sosial dan budaya yang hidup dan berkembang di sekitar lembaga pendidikan.
Lingkungan alam, baik keadaan iklim maupun geografisnya.
Lingkungan ekonomi, yaitu kondisi ekonomi yang ada di sekitar lembaga pendidikan dan masyarakat sekitar.
Lingkungan keamanan, baik keamanan di sekitar lembaga pendidikan maupun di luar lembaga pendidikan.
Lingkungan politik, yaitu keadaan politik yang terjadi pada daerah di mana lembaga pendidikan tersebut berdiri atau melaksanakan pendidikan.

D. Output Pada sistem Pendidikan

Output pada sistem pendidikan adalah hasil keluaran dari proses yang terjadi di dalam sistem pendidikan. Adapun output pada sistem pendidikan adalah:

1. Lulusan (Tamatan)
Lulusan pendidikan adalah hasil dari proses pendidikan agar sesuai dengan tujuan pendidikan tersebut. Diharapkan lulusan yang dihasilkan dapat memberikan nilai-nilai kehidupan bagi dirinya, lingkungan, dan Tuhannya. Setidaknya, lulusan tersebut dapat mentransformasikan (mengembangkan dan melestarikan) budaya yang ada di lingkungan, kepribadiannya dapat terbentuk dengan baik, menjadi warga negara yang baik yang didasarkan atas landasan-landasan pendidikan, serta mampu bersaing di dunia kerja.

Jika proses yang terjadi di dalam komponen-komponen pendidikan yang sudah dijelaskan di atas berjalan dengan baik tanpa adanya hambatan maka hasil lulusan tersebut pun akan baik. Oleh sebab itu, proses berkesinambungan dari komponen-komponen pendidikan menentukan hasil nyata dari pendidikan tersebut yang didasarkan kepada tujuan dan dasar pendidikan.

2. Putus Sekolah
Kadang kala proses komponen-komponen pendidikan yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang sudah direncanakan sebab adanya hambatan yang ada pada komponen-komponen tersebut sehingga peserta didik yang menjadi input dalam sistem pendidikan akan berhenti untuk melangsungkan pendidikannya (putus sekolah). Dengan kata lain, putus sekolah disebabkan oleh berbagai macam faktor hambatan pendidikan, baik dari diri peserta didik, proses pendidikan yang terjadi, maupun lingkungan sekitar pendidikan.

Komponen-komponen pendidikan yang telah dijelaskan berinteraksi secara berkesinambungan saling melengkapi dalam sebuah proses pendidikan guna mencapai tujuan pendidikan. Proses pendidikan pada hakikatnya adalah interaksi komponen tersebut dalam sebuah proses pencarian, pembentukan, dan pengembangan sikap serta perilaku anak didik hingga mencapai batas optimal (Mahmud, 2009: 87).


Sumber: 
Rohadi. 2012. komponen-Komponen dalam Sistem Pendidikan. Jakarta: http://zuwaily.blogspot.com/2012/11/komponen-komponen-dalam-sistem.html#.UzVyFfmSxhY

Komponen Pendidikan Sebagai Sistem

Posted by : Ragil Waseza
Date :Jumat, 28 Maret 2014
With 0komentar

[INFO] Hati-Hati Penipuan Berkedok Seminar DIKTI

| Senin, 24 Februari 2014
Baca selengkapnya »


[INFO]
Selasa, 24 Februari 2014. Info ini awalnya saya dapati dari teman saya yang merasa curiga dengan telepon dari nomor yang tak dikenal yang mengatasnamakan panitia penyelenggara seminar. Dan hebatnya orang yang menelepon bisa tau hingga fakultas, jurusan serta prodi dari teman saya yang awalnya membuatnya yakin bahwa telepon ini benar adanya dan bukan penipuan. Namun seiring berjalannya waktu orang yang menelepon tadi meminta untuk menunjukkan No. Rekening dan teman saya diminta untuk menuju ATM dengan telepon tetap dinyalakan dengan alasan akan direkam sebagai bukti. Namun berhati-hatilah, bisa jadi hal ini adalah Hipnotis.

Hati-hati dengan penipuan melalui SMS atau TELEPON bagi mahasiswa Universitas Negeri Semarang. Beberapa mahasiswa kini tengah diresahkan dengan penipuan berkedok penunjukan pada mahasiswa untuk mengikuti  seminar yang diselenggarakan oleh DIKTI. Dalam SMS / TELEPON mengatasnamakan  Wakil Rektor Bidang III atau pimpinan lainnya.

Beberapa korban mengaku dihubungi nomor tersebut, lalu dijawab oleh seseorang yang mengaku Rektor alias rektor palsu. Oleh orang tersebut korban diarahkan  untuk pergi ke ATM lalu mentransfer sejumlah uang.  Disanalah korban dibuat terlena dalam pengaruh hipnotis.

Dengan adanya pelaporan penipuan ini, Saya pribadi menghimbau kepada seluruh civitas akademika untuk terus waspada dan berhati-hati menerima SMS / TELEPON seperti itu. Jika di antara mahasiswa ada yang menerima SMS / TELEPON  seperti itu mohon abaikan dan segera konfirmasi ke Bagian Kemahasiswaan di Universitas Negeri Semarang.

"Jangan mudah percaya, info seminar hanya di www.dikti.go.id atau tanyakan kepada Bagian Kemahasiswaan"

[INFO] Hati-Hati Penipuan Berkedok Seminar DIKTI

Posted by : Ragil Waseza
Date :Senin, 24 Februari 2014
With 1 komentar:

"Mengulas Sejarah: Akankah Terbentuk lagi Selat Muria yang memisahkan Jepara dengan kota disekitarnya? (BAGIAN II)"

| Minggu, 16 Februari 2014
Baca selengkapnya »

SELAT MURYO (MURIA) : LAUT YANG DITELAN BUMI

Siapa sangka bahwa Pantura Demak – Pati itu adalah bekas laut? Mungkin tidak ada yang pernah mengira sebelumnya. Tapi suatu keanehan terjadi di fenomena alam lokal, di sepanjang daerah Demak ke timur yang terletak di sekitar jalan pantura, jika menggali sumur bor lebih dari 20 meter bisa dipastikan airnya asin[1]. Lha kok bisa? Kita tidak bisa menduga bila tidak ada kajian geologis dan historis mengenai struktur tanah di daerah tersebut. Ternyata fenomena air asin ini tidak hanya di temukan di daerah Demak saja. Fenomena ini juga terjadi sampai di daerah Kuwu, wilayah Kabupaten Grobogan. Daerah Kuwu ini terdapat geyser[2] yang selalu menyemburkan lumpur panas dan mempunyai kadar garam yang sangat tinggi, sehingga bisa dibuat garam. Tidak hanya itu, di Bukit Pati Ayam ditemukan fosil-fosil kerang yang menandakan bahwa sejak jaman Purba (lebih tepatnya di jaman Pleistosen) daerah tersebut adalah pantai.

Struktur tanah di Demak, terutama di sekitar jalan pantura sedikit berbeda dengan tanah di daerah lain. Tanahnya berwarna hitam pekat, empuk dan berupa tanah lempung, menandakan sturktur tanah aluvial (tanah endapan lumpur) di daerah delta sungai. Struktur tanah ini sangat subur dan sangat baik untuk daerah pertanian. Sehingga penduduk di daerah tersebut paling banyak berprofesi sebagai petani dengan hasil pertanian yang utama adalah padi, dan Demak dikenal sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Tengah.

Berdasar keadaan topografis Demak terbagi dalam 3 sub bagian yaitu:
  1. Sub A dengan ketinggian 0-3 meter meliputi sebagian Kecamatan Bonang, Demak, Karangtengah, Mijen, Sayung dan Wedung.
  2. Sub B dengan ketinggian 3-100 meter meliputi Kecamatan Dempet, Karangawen, Mranggen, Wonosalam, Guntur, Gajah, Karanganyar dan beberapa dari sebagian kecamatan-kecamatan di wilayah sub A.
  3. Sub C dengan ketinggian lebih dari 100 meter meliputi sebagian kecil Kecamatan Karangawen dan Mranggen.
Berdasarkan drainase permukaan tanah terbagi dalam daerah tanah yang tidak tergenang 72,85%, daerah yang kadang-kadang tergenang 23,85%, dan daerah yang tergenang sepanjang tahun 3,32%.[2] sedangkan untuk daerah Pati dan Kudus presentasi untuk tanah alluvial cukup tinggi, daerah Kudus 8%, sedangkan daerah Pati 40,82%[3].

Beberapa ahli sejarah menyatakan bahwa sebagian wilayah Demak-Pati yang sekarang menjadi jalan pantura utama di abad 15 M masih berupa selat yang berupa Selat Muryo (Selat Muria). Selat ini memisahkan antara Pulau Jawa dengan Pulau Muryo (Muria). Pulau Muryo adalah sebuah pulau yang sekarang menjadi kawasan Pegunungan Muria ke utara sampai ke Jepara. Hal ini bermula dari pencarian tentang lokasi pusat Kerajaan Demak yang diindikasikan tidak jauh (lebih tepatnya berada di tepi) dari pantai. Namun prosessedimentasi[4] yang semakin terasa mulai dari abad 17. Sekarang hasilnya menjadi daratan utuh dan menjadi tanah aluvial yang subur sebagai tanah pertanian.

Bukti-bukti fisik
Bukti-bukti fisik yang menandakan wilayah Demak-Pati merupakan bekas laut adalah air tanah yang rasanya asin. Sebenarnya tidak asin benar, tapi asin air payau. Kemudian struktur tanah yang berupa tanah lempung yang berwarna hitam pekat dan sangat subur untuk daerah pertanian, merupakan tanah endapan sungai. Hal ini sangat dimungkinkan karena mengalir beberapa sungai yang membawa debit air yang cukup besar, yaitu Kali Serang, Kali Juwana dan Kali Tuntang. Namun semua sungai itu telah mengalami pendangkalan sehingga semakin sempit dan dangkal. Selain itu juga ditemukannya kadar garam yang cukup tinggi di daerah Kuwu yang berupa geyser dengan kadar garam yang cukup tinggi sehingga bisa dibuat garam.

Selain bukti fisik yang dapat diketahui sekarang, juga terdapat bukti-bukti kesejarahan. Bukti kesejarahan yang menandakan bahwa pernah ada yang namanya Selat Muria adalah catatan dari jaman Susuhunan Pakubuwono I yang menyatakan bahwa pernah ada penggalian 1657 oleh Tumenggung Pati untuk menggali saluran air baru dari Demak ke Juwana, sehingga Juwana dapat menjadi pusat perdagangan. Boleh jadi, ia ingin memulihkan jalan air lama, yang seabad sebelumnya masih bisa dipakai untuk memperdalam selat dari Demak sampai Pati. Pada abad ke-17, selama musim hujan orang dapat berlayar dengan sampan lewat tanah yang tergenang air, mulai dari Jepara sampai Pati, di tepi Sungai Juwana[5].

Ada beberapa cerita rakyat yang bisa menjadi sumber tentang keberadaan selat itu, yaitu tentang nama-nama desa di kawasan Kabupaten Kudus. Misal nama Undaan, sebuah kecamatan yang terlatak di barat daya Kabupaten Kudus. Kata Undaan berarti undak-undak, karena menurut cerita rakyat dulunya adalah pantai yang berbentuk sseperti tlundakan (anak tangga). Ada juga nama desa Tanjung Karang yang terletak di sebelah utara Kecamatan Undaan. Menurut cerita rakyat desa ini dulunya berupa pantai semenanjung yang terdiri dari karang-karang.[6]

Bukti lain yang menunjukkan bahwa Demak dulu berlokasi di tepi laut, tetapi sekarang jaraknya dari laut sampai 30 km, dapat diinterpretasikan dari peta genangan air yang diterbitkan Pemda Semarang. Peta genangan banjir dari Semarang sampai Juwana ini dengan jelas menggambarkan sisa-sisa rawa di sekitar Demak sebab sampai sekarang wilayah ini selalu menjadi area genangan bila terjadi banjir besar dari sungai-sungai di sekitarnya. Dari peta itu dapat kita perkirakan bahwa lokasi Pulau Muryo ada di sebelah utara Jawa Tengah pada abad ke-15 sampai 16. Demak sebagai kota terletak di tepi sungai Tuntang yang airnya berasal dari Rawa Pening di dekat Ambarawa.


Gbr 1. Selat Muria. Sumber : google.com 


Laut Purba
Ternyata Selat Muria sudah ada sejak zaman Pleistosen. Hal ini ditandai dengan adanya penemuan-penemuan fosil-fosil binatang laut purba yang ditemukan di situs pati Ayam yang berlokasi di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Bukit Pati Ayam merupakan bagian dari Gunung Muria. Luasnya mencapai 2.902,2 hektar, yang tersebar di wilayah Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus ( 1.573,5 hektar) dan di wilayah Kecamatan Margorejo, Gembong, Tlogowungu Kabupaten Pati, 1.328,7 hektar. Secara morfologi menurut Yahdi Zaim dari Geologi Institut Teknologi Bandung (ITB), Perbukitan Pati Ayam merupakan kubah (dome) dengan puncak ketinggian 350 meter di atas permukaan laut. Batuannya berumur sekitar 1 juta hingga 700.000 tahun atau pada masa plestosen yang mengandung fosil vertebrata dan manusia purba (homo erectus).Jenis-jenis fosil binatang laut purba yang ditemukan antara lain adalah dua buah fosil kerang raksasa yang diperkirakan berumur satu juta hingga 700.000 tahun. Fosil ini masih cukup lengkap, mulus, berukuran lebar sekitar 30 cm, sehingga dengan mudah dikenali sebagai bentuk kerang laut, namun ukurannya antara tujuh hingga sepuluh kali lipat dengan kerang yang ada sekarang pada umumnya[7]. Ini menandakan bahwa wilayah perbukitan Pati Ayam dulunya adalah pantai yang menjorok ke laut.
Gbr 2. Fosil Kerang Laut di museum Pati Ayam. Sumber : dokumen pribadi 

Asumsi Adanya Selat Muria
Dalam menelisik keberadaan Selat Muria, bermula dari upaya pencarian lokasi asli istana Kerajaan Demak Bintoro yang masih sampai saat ini masih menjadi misteri dengan tidak adanya bukit konkret kesejarahan. Yang ada hanyalah bukti-bukti kronologi melalui nama-nama perkampungan di sekitar kota Demak. Misalnya nama Kampung Sitinggil[8] (sekarang berlokasi di sebelah barat daya alun-alun Demak kearah Semarang, tepatnya di belakang SMP N 2 Demak), kampung Kauman (perkampungan di sebelah Masjid Agung Demak), Betengan, Pungkuran, Sampangan Mangunjiwan dan lain-lain. lokasi istana Kerajaan Demak diprediksi berdasar asumsi tentang tata letak ibukota berdasar filosofi Jawa, yaitu sebelah barat alun-alun adalah masjid, sebelah utara adalah pasar (tempat perniagaan), sebelah timur yang berhadapan dengan masjid adalah tempat penahanan, sebelah selatan adalah istana yang menghadap ke arah utara/laut. Dengan melihat filosofi demikian timbul asumsi bahwa letak Kerajaan Demak pastilah tidak jauh dari laut, karena fakta bahwa letak Kota Demak sekarang berada 30 Km dari tepi laut. Jadi ada dugaan kuat bahwa letak pusat Kerajaan Demak tentulah tidak jauh dari laut guna untuk pengawasan pelabuhan Demak, mengingat bahwa Demak adalah negara maritim yang menguasai perdagangan Laut Jawa waktu itu.

Pendapat Para Sejarawan Mengenai Keberadaan Selat Muria
Seperti yang telah disinggung di muka, para ahli menerangkan bahwa munculnya nama Selat Muryo juga berawal dari literatur-literatur pencarian lokasi pasti keberadaan pusat Kerajaan Demak. Mohammad Ali, dalam bukunya “Peranan Bangsa Indonesia dalam Sejarah Asia Tenggara” (1963), menguraikan terjadinya Kerajaan Demak. Dalam tulisannya diceritakan bahwa pada suatu peristiwa Raden Patah/Jin Bun[9] diperintahkan oleh gurunya, Sunan Ampel[10] dari Surabaya, agar merantau ke barat dan bermukim di sebuah tempat yang terlindung oleh tanaman gelagah[11] yang berbau wangi. Tanaman gelagah yang rimbun tentu hanya subur di daerah rawa-rawa. Raden Patah kemudian menemukan lokasi itu di daerah rawa di tepi selatan Pulau Muryo (Muria), yaitu suatu kawasan rawa-rawa besar yang menutup laut atau lebih tepat sebuah selat. Di situlah ditemukan gelagah wangi dan rawa, kemudian oleh Raden Patah dibangun sebuah perkampungan dan menjadi basis kekuatan. Tempat tersebut dinamai Raden Patah sebagai “Demak”. [12]

Menurut Slamet Muljana (1983), dalam bukunya “Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit”, hutan di Gelagah Wangi itu dibuka dan dijadikan tempat hunian baru berrnama “Bintara”. Dari nama wilayah baru itulah Raden Patah/Jin Bun, terkenal sebagai Pangeran Bintara. Daerah itu sangat subur dan strategis untuk menguasai pelayaran di pantai utara. Jin Bun berkedudukan di Demakdan juga menjadi ulama sesuai pesan gurunya, Sunan Ampel.Wilayah ini adalah pemberian dari Raja Majapahit waktu itu, yaitu Brawijaya Kerthabumi yang juga merupakan ayah dari Raden Patah.Ia mengumpulkan para pengikutnya baik dari masyarakat Jawa maupun Cina, terutama saat Raden Patah berhasil menguasai Semarang. Setelah basis kekuatannya menjadi semakin besar, Raden Patah menyerang Majapahit.[13]

De Graaf dan Th. Pigeaud (1974), dalam bukunya “De Eerste Moslimse Voorstendommen op Java”, punya keterangan tentang lokasi Demak. Letak Demak cukup menguntungkan bagi kegiatan perdagangan maupun pertanian. Selat yang memisahkan Jawa Tengah dan Pulau Muryo pada masa itu cukup lebar dan dapat dilayari dengan mudah, sehingga dari Semarang melalui Demak perahu dapat berlayar sampai Rembang. Baru pada abad ke-17 selatini tidak dapat dilayari sepanjang tahun, hanya dapat dilayari oleh perahu-perahu kecil sampai di tepi Sungai Juwana. Pada tahun 1657, Tumenggung Pati mengumumkan bahwa ia bermaksud memerintahkan menggali terusan yang menghubungkan Demak-Patidengan tujuan Juwana dapat dijadikan pusat perniagaan[14].

Tom Pires juga menceritakan, bahwa abad 16, Demak adalah pusat penyimpanan beras yang berasal dari sepanjang Selat Muryo. Demak terletak dan Jepara terletak di sebelah barat muara selat tua, sedangkan Kotanegara Pati dan Juwana berada di sebelah timur. Juwana semula adalah kota dagang yang disebut Pires dengan nama Cajongam. Pada tahun 1513 Juwana dihancurkan olehManggala Yuda (tentara) Majaphit, kemudian Demak beralih menguasainya.

Namun mulai dari abad 17, proses sedimentasi yang berlangsung terus menerus menghasilkan daratan utuh yang menyatukan antara Pulau Jawa dengan Pulau Muryo. Tanah alluvial yang dihasilkan merupakan tanah gerak yang labil namun subur untuk daerah pertanian. Hal yang menjadi pertanyaan sekarang adalah seberapa dalam Selat Muryo jaman dulu itu, bagaimana bisa sebuah selat yang cukup lebar bisa lenyap ditelan sedimentasi dan menjadi daratan utuh. Fenomena ini menjadi menarik jika melihat banyak daratan yang hilang ditelan laut, tapi mengapa laut ini yang ditelan daratan. Belum ada penelitian yang mampu menunjukkan berapa kecepatan sedimentasi yang berlangsung selama beberapa abad itu. Dari abad 15 selat itu masih dilalui kapal besar sedangkan di jaman Deandels (dekade pertama abad 19) di gempur sebagai jalan raya pos (jalur Anyer-Panarukan) melalui kerja rodi[15] yang menewaskan ribuan orang. Dari semua itu hanya ada satu hal yang bisa kita ketahui, bahwa keberadaan selat itu merupakan suatu bagian sejarah yang terlupakan dan terabaikan. Sebagaimana Selat Muria, sebuah laut yang ditelan bumi, turut hilang pula sejarah yang menyertainya.


DAFTAR PUSTAKA

________. 1994. Potensi Wisata Jawa Tengah Berwawasan Lingkungan. Klaten: CV Sahabat

Anshoriy, Nasrudin HM, Dri Arbaningsih. 2008. Negara Maritim Nusantara. Jogja: Tiara Wacana

Muljana, Slamet. 2009. Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara. Jogja : LkiS

geologi.iagi.or.id. diunduh tanggal 28 Mei 2011, pukul 21:33WIB.

www.patiayam.com/ diunduh tanggal 27 Mei 2011 pukul 21.45 WIB

www.suaramerdeka.com/ cetak 6 Maret 2008. Diunduh tanggal 27 Mei 2011, pukul 22.00WIB.


[1] Bukti didasarkan pada kondisi di lingkungan tempat tinggal penulis, yang mana mempunyai sumur bor dengan kedalaman 25 meter, dan airnya rasanya asin.
[2] Air panas yang menyembul ke darat.
[3] Catatan dari Dinas Pariwisata Jateng 1994.
[4] Pengendapan
[5] Hasyim Asy’ari. 2008 www.suaramerdeka.com/ cetak 6 Maret 2008. Diunduh tanggal 27 Mei 2011, pukul 22.00WIB.
[6] Sumber dari wawancara dengan salah satu warga Kudus.
[7] Pengelola situs Pati Ayam. 2009 . Situs Pati Ayam, Gading Gajah, dan Manusia Purba.www.patiayam.com/
[8] Sitinggil berasal dari kata Siti (tanah) dan Inggil (tinggi). Sitinggil berarti salah satu dari bagian istana tempat sidang umum antara raja dengan para dewan kerajaan, atau dalam istilah awanya Pendhopo. Di kampung inilah kebanyakan para ahli berpendapat sebagai lokasi pusat Kerajaan Demak.
[9] Jin Bun adalah nama Cinanya Raden Patah. Raden Patah ini diketahui sebagai anak dari Brawijaya Kerthabunmi dengan Putri Kian dari Cina. Jin Bun berarti “orang kuat”, sebagai julukan atas Raden Patah yang mampu menguasai Semarang yang mayoritas penduduknya adalah orang Cina,
[10] Sunan Ampel nama aslinya adalah Raden Rahmat, putra Ibrahim Asmarakandi dengan putri dari Kerajaan Champa. Menurut literatur Klentheng Sam Po Kong, Sunan Ampel bernama asli Bong Swi Ho, salah satu kapten kapal Cina yang bertugas di Surabaya sembari berdakwah.
[11] rumput yg tingginya dapat mencapai 2 m, batangnya beruas-ruas; nama latinnya Sacharum spontaneum
[12]Awang. 2009. Sejarah Demak dan Geologi Selat Muria. geologi.iagi.or.id.
[13] Ibid hal. 6
[14] Ibid
[15] Kerja paksa tanpa upah jaman Belanda

Fenomena Surutnya Air Laut Banten

| Minggu, 09 Februari 2014
Baca selengkapnya »
Fenomena Surutnya Air Laut Banten

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Surutnya air laut di Pantai Karangantu, Banten, menjadi tontonan warga yang penasaran ingin menyaksikan langsung kondisi pantai tersebut. Ini setelah adanya pemberitaan beberapa hari terakhir soal surutnya pantai tersebut.

"Saya penasaran aja pengen lihat. Katanya, surutnya lebih satu kilo meter. Saya tahu dari berita-berita aja," kata Agus, seorang pengunjung Karangantu asal Cipare, Kota Serang, Sabtu.

Ia mengatakan sebelumnya banyak beredar dari berbagai pemberitaan media bahwa air laut pantai Karangantu surut berbeda dari biasanya. Bahkan, ia juga mendengar adanya isu akan terjadi tsunami karena sudah beberapa hari pantai tersebut airnya surut.

Namun, Agus mengaku sudah tidak penasaran setelah menyaksikan langsung kondisi pantai tersebut. Dia melihat kondisi pantainya biasa-biasa saja. Hanya saja memang surutnya pantai tersebut lebih luas karena tumpukan lumpur lebih banyak.

"Ini biasa saja,'' kata Agus. ''Mungkin karena lumpurnya saja lebih banyak, jadi terlihat seperti lebih jauh surutnya.''

Ratusan warga tampak berjejer di sepanjang tembok pemecah ombak di Pantai Karangantu untuk menyaksikan fenomena surutnya air laut.

Liputan6.com, Serang : Fenomena surutnya air laut di Pantai Karangantu, Serang, Banten mengundang perhatian warga. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan fenomena yang terjadi beberapa hari terakhir itu disebabkan oleh gaya tarik bulan dan matahari. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari situs BMKG, surutnya air laut terjadi akibat posisi bulan dan matahari terhadap bumi. BMKG mencatat pada 30 Januari 2014, jarak bumi dan bulan mencapai titik terdekatnya (perigee) dengan jarak sebesar 357079,741 km.

Peristiwa ini hanya berselisih 11.41 jam dari fase bulan baru atau konjungsi atau terjadi pada 30 Januari 2014 pukul 21.41 UT atau 31 Januari 2014 pukul 04.41 WIB. Maka posisi bulan tersebut berefek menimbulkan pasang atau surut air laut dalam waktu 2 hingga 3 hari ke depan. Biasanya fenomena air laut surut dapat terjadi akibat beberapa kemungkinan seperti terjadi setelah didahului gempa bumi kuat yang mengakibatkan dasar laut bergerak naik (patahan naik) atau turun. Fenomena air laut yang disebabkan patahan tersebut akan menimbulkan tsunami beberapa menit setelah gempa bumi.

Berdasarkan pemantauan seismik dari wilayah Banten dan Sumatera (Lampung) sejak 4 Februari sampai 5 Februari 2014, tidak ada rekaman gempa bumi yang terjadi. Fenomena air laut surut dapat juga terjadi akibat adanya longsoran atau amblesan dasar laut dalam skala besar. Berdasarkan pemantauan seismik di daerah tersebut tidak ada rekaman gempa bumi guguran (longsoran) yang terjadi. Fenomena air laut surut dalam periode yang lama karena adanya fenomena "uplift zona" sekitar pantai. Gerakan uplift ini tidak dapat terpantau dari stasiun seismik tapi dapat dianalisis dari data GPS.

Di media sosial, surutnya air di Pantai Karangantu menjadi perbincangan dan menimbulkan kekhawatiran, dalam beberapa hari terakhir. Tamo Yadi, salah satu nelayan di Pelabuhan Karangantu, Serang mengatakan, fenomena surutnya air laut itu terjadi sejak awal Januari 2014.

"Ya dari Januari awal sampai sekarang ini. Baru tahun ini surut nya, sampe 1 km lah. Biasanya cuma dikit doang, tapi sekarang sampe tengah. Biasanya ya paling 200-an meter," ujar Tamo.

Warga Anggap Biasa. Meski bikin heboh dunia maya, namun warga yang berada di lokasi Pantai Karangantu atau setidaknya yang melihat langsung laut surut di Banten, menilai fenomena itu biasa-biasa saja.

"Ini biasa saja, mungkin karena lumpurnya saja lebih banyak. Jadi terlihat seperti lebih jauh surutnya," kata Agus, seorang pengunjung Karangantu asal Cipare.

Hal senada juga disampaikan warga setempat, Muhtar. Dia mengatakan, apa yang terjadi sekarang ini dianggap sebagai hal yang biasa. Ia mengaku heran melihat banyaknya orang yang menjadikan ini sebagai sesuatu yang besar.

"Bagi kami warga di sini sudah tidak aneh lagi. Ini biasa saja, tidak ada yang berlebihan. Kenapa warga di luar jadi pada ribut," kata Muhtar, warga setempat. Menurut dia, dengan kondisi tersebut para nelayan dan warga di Karangantu merasa tidak ada gangguan, karena kondisi seperti itu terjadi setiap hari. (Ant/Riz)


Sumber Bacaan:
http://www.republika.co.id/berita/nasional/jawa-barat-nasional/14/02/08/n0onql-ratusan-warga-berjejer-saksikan-fenomena-air-laut-surut
http://news.liputan6.com/read/822208/penjelasan-bmkg-soal-fenomena-surutnya-air-laut-banten

Fenomena Surutnya Air Laut Banten

Posted by : Ragil Waseza
Date :Minggu, 09 Februari 2014
With 0komentar

Waspada Bencana: "Indonesia dalam Cincin Api (Ring Of Fire)"

| Senin, 03 Februari 2014
Baca selengkapnya »
Indonesia dalam Cincin Api (Ring Of Fire)

Apabila di ibaratkan tangan, Indonesia adalah jari manis yang dilingkari sebuah cincin. Bedanya, ini bukan cincin biasa, melainkan cincin bencana yang menjadikan Zamrud Khatulistiwa harus selalu bersiap menghadapi bencana. Cincin api ini dikenal dengan sebutan Ring Of Fire. Nama yang sebetulnya gagah dan megah, tetapi disanalah letak bahaya.

Cincin Api Pasifik atau Lingkaran Api Pasifik ( Ring of Fire ) adalah daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. Daerah ini berbentuk seperti tapal kuda dan mencakup wilayah sepanjang 40.000 km. Daerah ini juga sering disebut sebagai sabuk gempaPasifik.Cincin Api Pasifik ( Ring Of Fire ) adalah area dimana terdapat banyak sekali terjadi gempa dan letusan gunung berapi di dalam area Samudera Pasifik. Dalam bentuk seperti tapal kuda dengan panjang 40.000 km, itu dikaitkan dengan palung samudera, vulkanik busur, dan sabuk vulkanik dan pergerakan lempeng yang terjadi terus menerus serta berdekatan. Cincin Api memiliki 452 gunung berapi dan merupakan rumah bagi lebih dari 75% gunung berapi aktif dan tidak aktif di dunia. Kadang - kadang disebut circum - Pacific belt atau circum - Pacific seismic belt.

Cincin Api adalah akibat langsung dari lempeng tektonik dan pergerakan serta tabrakan dari lempeng kerak. Bagian timur cincin adalah hasil dari Lempeng Nazcadan Lempeng Cocos menjadi sub bagian di bawah bergerak ke arah barat Lempeng Amerika Selatan. Sebagian dari Lempeng Pasifik bersama dengan lempeng Juan de Fuca kecil sedang sub bagian di bawah Lempeng Amerika Utara. Sepanjang bagian utara dengan lempeng Pasifik bergerak ke arah barat laut sedang sub bagian Kepulauan Aleut di bawah busur. Lebih ke barat lagi lempeng Pasifik sedang sub bagian sepanjang sabuk Semenanjung Kamchatka di selatan melewati Jepang. Bagian selatan lebih kompleks dengan sejumlah kecil lempeng tektonik bertabrakan dengan lempeng Pasifik dari Kepulauan Mariana, Filipina, Bougainville, Tonga, dan Selandia Baru.

Indonesia terletak di antara Cincin Api sepanjang kepulauan timur laut berbatasan langsung dengan New Guinea dan di sepanjang sabuk Alpide selatan dan barat dari Sumatera, Jawa, Bali, Flores, dan Timor. Yang terkenal dan sangat aktif zona Patahan San Andreas di California adalah sebuah kesalahan yang mengubah offset sebagian dari Pasifik Timur Naik barat daya di bawah Amerika Serikat dan Meksiko. Gerakan kesalahan kecil menghasilkan banyak gempa bumi, pada beberapa kali sehari, yang kebanyakan terlalu kecil untuk dirasakan. Queen Charlotte Fault aktif di pantai barat Ratu Charlotte Islands, British Columbia, Kanada, telah menghasilkan tiga gempa bumi besar pada abad ke-20: 7 besaran peristiwa pada tahun 1929, yang berkekuatan 8,1 terjadi pada tahun 1949 ( terbesar di Kanada tercatat gempa bumi ) dan 7,4 besaran pada tahun 1970.

Sekitar 90% dari gempa bumi yang terjadi dan 81% dari gempa bumi terbesar terjadi di sepanjang Cincin Api ini. Daerah gempa berikutnya ( 5 – 6% dari seluruh gempa dan 17% dari gempa terbesar ) adalah sabuk Alpide yang membentang dariJawa ke Sumatera, Himalaya, Mediterania hingga ke Atlantika. Berikutnya adalahMid-Atlantic Ridge, sabuk ketiga tempat sering terjadinya gempa.

Daerah cakupan
Beberapa daratan dan lautan yang membentuk Lingkaran Api Pasifik ( dari arah barat daya, berlawanan arah jarum jam ):

* Selandia Baru
* Palung Kermadec
* Palung Tonga
* Palung Bougainville
* Indonesia
* Gunung Merapi
* Filipina
* Palung Filipina
* Palung Yap
* Palung Mariana
* Palung Izu Bonin
* Palung Ryukyu
* Jepang
* Gunung Fuji
* Palung Jepang
* Palung Kurile
* Kamchatka
* Kepulauan Aleutia
* Palung Aleutia
* American cordillera
* Alaska
* Pacific Coast Range
* British Columbia
* Barisan Pegunungan Cascade
* Gunung St. Helens
* California
* Meksiko
* Palung Amerika Tengah
* Guatemala
* Nikaragua
* Kolombia
* Ekuador
* Peru
* Palung Peru - Chili Trench

Dari sebanyak 129 gunung api di Indonesia atau 13 persen dari seluruh gunung api di dunia, terbentang dari pulau Sumatera menyusuri pulau Jawa kemudian menyeberang ke Bali, Nusa Tenggara hingga bagian timur Maluku dan berbelok ke utara pulau Sulawesi. Atau melingkari Kepulauan Indonesia sehingga dikenal dengan sebutan lingkaran api ( The Ring of Fire ) Indonesia, atau jalur tektonik Indonesia, tegas Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi, Dr Surono. Banyaknya gunung api di Indonesia, karena negara kepulauan ini tercabik - cabik oleh keberadaan pusat hiruk - pikuk tiga lempeng tektonik ( tectonic plate ), yang saling bertabrakan, katanya.

Masing - masing lempeng Eurasia, lempeng Indo - Australia dan lempeng Pasifik, tumbukan ketiga lempeng tersebut pada akhirnya membentuk rangkaian gunung api di Indonesia. Dijelaskan, kawasan ini menjadi arena benturan antara lempeng Indo - Australia yang bergerak ke utara terhadap lempeng Pasifik yang relatif bergerak ke arah barat. Sehingga kepulauan Indonesia dihimpit oleh dua pergerakan, terdiri ke utara dan ke barat dengan kecepatan berkisar 4 - 6 cm per tahun, maka lempeng yang berbenturan tersebut menunjang tepat di bawah kepulauan Indonesia dan memberi peluang kepada magma merayap naik, persis diatas Nusantara dan membentuk banyak pulau.

Di bagian utara terdapat lempeng yang ketiga, lempeng Eurasia yang menahan himpitan tersebut sehingga Nusantara berada dalam lingkaran pertarungan tiga lempeng besar dunia. Akibat benturan ketiga lempeng itu, menyebabkan retaknya beberapa bagian pada kerak bumi, selain menimbulkan panas yang memproduksi batuan cair ( magma ). Melalui retakan - retakan yang terbentuk, sekaligus sebagai bidang lemah, magma terdorong naik dan membentuk kerucut - kerucut gunung api.

Sementara itu, zona subduksi yang terbentuk sangat luas dimulai dari sisi selatan barat pulau Sumatera hingga sisi selatan pulau Jawa, zona tersebut berlanjut hinggaNusa Tenggara yang memanjang dari barat ke timur. Kemudian di bagian timur Nusantara jalurnya memutar dimulai dari laut Banda di Maluku berputar ke utara memotong Sulawesi bagian utara, tegasnya. Surono menyatakan, team - nya siap dan mampu menangani target letusan lima gunung api di Indonesia setiap tahun. Saat ini terdapat dua gunung api berstatus siaga, gunung api Krakatau di Selat Sunda telah meletus sedangkan gunung api Lokon di Sulawesi terus - menerus mengeluarkan asap tebal.

Gunung berapi di Indonesia adalah yang terakftif diantara tempat lainnya yang termasuk dalam Ring Api Pasifik. Mereka terbentuk dari daerah sub bagian antara lempeng Eurasia dan Lempeng Indo - Australia. Beberapa dari gunung berapi mencatatkan letusannya, misal, Krakatau yang meberikan efek global pada 1883, Danau Toba untuk letusan supervolcanic yang diperkirakan terjadi pada 74000 SM yang bertanggung jawab atas 6 tahun musim dingin, dan Gunung Tambora yang merupakan letusan tersadis yang tercatat dalam sejarah di tahun 1815.
Gunung berapi paling aktif adalah Gunung Kelud dan Gunung Merapi di Pulau Jawa yang telah membunuh ribuan penduduk di sekitarnya. Sejak tahun 1000, Kelud telah meletus 30 kali, dimana yang terbesar dengan skala 5 dalam Index Letusan Gunung Berapi, di saat Merapi meletus lebih dari 80 kali. The International Association of Volcanology and Chemistry menjuluki Merapi sebagai gunung berapi 10 tahunan sejak 1995 atas tingginya aktifitas gunung berapi ini.

Sumber bacaan: http://www.belantaraindonesia.org/2012/03/cincin-api-di-indonesia.html

Waspada Bencana: "Indonesia dalam Cincin Api (Ring Of Fire)"

Posted by : Ragil Waseza
Date :Senin, 03 Februari 2014
With 0komentar
Next → ← Prev
▲Top▲